Jumat, 11 November 2011

Dahlan Iskan Bawa "Kado Natal" di Manggarai

Posted at 18.44 by thegudangupil
Berita Indonesia - Janji Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan untuk memberikan kado Natal bagi warga masyarakat Kabupaten Manggarai, NTT, akhirnya dipenuhi.

"Tahun lalu saya datang ke Ruteng, saya menulis sumpah saya di Ruteng, listrik Ulumbu (pembangkit listrik panas bumi, PLTP atau PLTU) harus menyala sebelum Natal. Sumpah itu sudah saya penuhi. Listrik sudah menyala," ujar Dahlan Iskan saat meresmikan pengoperasian PLTP Ulumbu di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Jumat (11/11/2011) siang.

Dahlan yang saat itu menjabat Direktur Utama PT PLN (Persero) menjanjikan listrik Ulumbu harus menyala sebelum akhir tahun 2011 sebagai kado Natal kepada masyarakat Manggarai.

Ketika mendengar kabar pada bulan Oktober 2011 bahwa PLTP Ulumbu kemungkinan belum bisa beroperasi sampai akhir tahun, pikiran Dahlan pun terbebani. Dia lalu sempat memutuskan untuk berkantor sementara di Ulumbu agar dapat memantau langsung proyek tersebut.

Bahkan, untuk kepentingan tersebut, pemerintah sudah menyiapkan satu rumah dan dapur untuk kebutuhannya. Namun, mendengar laporan kemajuan proyek itu, dia mengurungkan niatnya berkantor di Ulumbu.

"Terima kasih kepada Pak Bupati Manggarai Kris Rotok yang sudah menyiapkan rumah indekos untuk saya, tetapi saya tidak bisa gunakan," kata Dahlan disambut tertawa para hadirin, termasuk Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji, Direktur Operasi Indonesia Bagian Timur Vickner Sinaga, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Rabu, 21 September 2011

Pengelolaan Haji Masih Karut-marut

Posted at 18.43 by thegudangupil
DIPONEGORO,(GM)-
Anggota DPD RI asal Jabar, K.H. Sopyan Yahya (SY) menilai sistem pengelolaan haji masih karut-marut. Hampir setiap tahun selalu ada masalah.

Sopyan meminta Kementerian Agama tidak terlalu mengomersilkan penyelenggaraan ibadah haji. Niatkan pengelolaan haji sebagai ibadah. Di samping itu, proses administrasinya jangan terlalu kaku.

"Selama ini proses pengelolaan haji terlihat kaku. Misalnya, untuk tes kesehatan harus di puskesmas tertentu di daerah calon jemaah. Seharusnya dibebaskan saja. Seperti pembuatan paspor, kita membuatnya bisa di mana saja," ungkap Sopyan kepada wartawan usai berdialog dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Lex Laksamana dan jajaran eselon II di Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Rabu (21/9).

Contoh lain, kata Sopyan yang didampingi 13 anggota Komisi III DPD RI, setiap tahun penetapan kuota atau keberangkatan selalu tidak sejalan antara pusat dan daerah. Selain itu, pelaksanaan haji setiap tahunnya selalu berkurang selama 11 hari.

Selama ini, Kementerian Agama menjadwalkan agenda haji dengan kalender Masehi. Seharusnya, perhitungan itu juga menggunakan kalender Hijriah. Dengan pola ini waktu pengurusan haji lebih cepat dan berpengaruh terhadap penetapan kuota.

"Pengelolaan haji masih sangat mengkhawatirkan. Hampir setiap tahun selalu ada masalah. Ini harus jadi bahan evaluasi dan tentunya harus dibenahi. Selain kuota, dulu sempat ramai soal jemaah haji Indonesia yang kelaparan. Ternyata ini hanya pemilihan katering yang selisih keuntungannya hanya 50 real. Oleh karenanya Kementerian Agama jangan terlalu komersil, sebab mencari keuntungan yang tidak seberapa, tapi sangat berdampak buruk bagi jemaah haji," jelasnya.

Nama Gelora SBY Kurang Pas

Posted at 18.20 by thegudangupil
Palembang - Pergantian nama Jakabaring Sport City di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi Gelora SBY dinilai kurang pas. Sebab, Presiden SBY masih dalam tahap berjuang membangun Indonesia.

"Rasanya kurang pas kalau nama SBY dipakai sementara orangnya masih dalam berjuang membangun Indonesia. Itu terkesan pekerjaan SBY sudah selesai," kata aktivis kebudayaan dan lingkungan hidup Palembang, Sutrisman Dinah, kepada detikcom, Rabu (21/09/2011) malam.

Selain itu, menurut dia, umumnya pemberian nama terhadap suatu bangunan, jalan, kawasan, diambil dari para tokoh yang sudah meninggal dunia. Pemberian nama dengan toko tokoh yang masih hidup kurang lazim digunakan.

Sutrisnah menambahkan, pemberiaan nama yang diambil dari nama seorang pemimpin sebuah negara juga merupakan simbol 'penaklukan'. Karena itu, ia mengusulkan nama Jakabaring Sport City lebih baik diganti sesuai kekhasan yang dimiliki Kota Palembang.

"Palembang ini kan memiliki sejumlah tanda sejarah kebesaran di Nusantara. Misalnya Kerajaan Sriwijaya, Sungai Musi, atau Kesultanan Palembang Darussalam. Mungkin akan lebih baik kalau diambil dari tiga nama itu," ucapnya.

Sebagai informasi, ada usulan nama Jakabaring Sport City diganti menjadi Gelora SBY. Usulan ini kabarnya dari Ketua KONI Sumsel Muddai Madang yang kemudian disetujui juga oleh Ketua MPR Taufiq Kiemas.[sumber]

Unit 8 Masih Baru, Termasuk Bagian Proyek 10 Ribu Megawatt Tahap I

Posted at 18.13 by thegudangupil
Jakarta - Unit 8 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Cilegon, Banten, masih tergolong baru. Belum lama dibangun, pembangkit listrik yang termasuk dalam proyek listrik 10 ribu megawatt (MW) tahap I itu dilanda kebakaran.

"Ini masih relatif baru. Jadi ini kan pembangkit yang merupakan bagian dari proyek listrik 10 ribu megawatt tahap I," jelas Manajer Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, kepada detikcom, Rabu (21/9/2011).

Dikatakan Bambang, pembangunan pembangkit berkapasitas 625 megawatt tersebut selesai pada tahun lalu. Pendirian unit 8 menambah jumlah pembangkit listrik yang berada di PLTU Suralaya dari sebelumnya 7 unit. PLTU Suralaya memasok listrik ke Jawa dan Bali.

"Unit 1 sampai 7 yang sudah lama dibangun. Posisinya saling berdekatan, tapi tidak terkena dampak kebakaran. Unit 1-7 kalau ditotal terbesar memasok Pulau Jawa dan Bali," cetus Bambang.

Ia menjelaskan, kebakaran di unit 8 PLTU Suralaya dipicu oleh ledakan yang terjadi pada belt conveyor, alat pengangkut batu bara dari penampungan menuju tangki bahan bakar. Ledakan terjadi sekitar pukul 21.40 WIB, lalu menimbulkan kebakaran hebat. Namun, mengapa belt conveyor itu bisa meledak, PLN masih menyelidikinya.

"Kalau penyebabnya sedang diselidiki, namun memang ledakan tadi itu memicu terjadinya kebakaran di sana," ujarnya.

Menurut Bambang, pasokan listrik Jawa dan Bali dipastikan tidak terganggu akibat terbakarnya unit 8 PLTU Suralaya. Sebab, unit pembangkit lainnya masih bisa memproduksi listrik. Selain itu pembangkit listrik cadangan sudah disiapkan untuk menjaga listrik tetap mengalir.

"Ini memasok listrik ke sistem kelistrikan jawa bali yang sudah terinterkoneksi. Jadi Jawa-Bali ini kan secara kelistrikan sudah saling terhubung. Pembangkit yang lain sudah siap beroperasi," kata Bambang.

Seperti diketahui, proyek listrik 10 ribu MW tahap I bertujuan untuk memenuhi permintaan listrik nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi. Proyek ini berawal dari diterbitkannya Perpres Nomor 71 Tahun 2006 yang berisi penugasan kepada PLN untuk membangun sejumlah pembangkit listrik berbahan bakar batubara.

Berdasarkan perpres tersbut, yang lalu diperbarui dengan Perpres 52/2009, PLN diminta untuk membangun PLTU di 42 lokasi. 10 PLTU di antaranya berada Jawa-Bali dengan kapasitas 6,900 MW, sementara 32 PLTU lainnya berada di luar Jawa dengan 2,252 MW. Menurut PLN, proyek ini ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2010 dan 2012.

Namun, proyek ini molor karena terhambat berbagai masalah. Akibatnya target yang tidak tercapai itu, pemerintah terpaksa menambah anggaran di 2011 ini sebesar Rp 5,02 triliun karena PLN masih harus menggunakan BBM untuk pembangkit listrik. Hal itu berdasarkan keterangan dari Dirjen Listrik Kementerian ESDM Jarman.

Proyek listrik 10 ribu MW tahap I ini juga diwarnai kontroversi, terutama terkait dengan pembelian 15 pesawat tipe MA-60 buatan China seharga US$ 232 juta. Pembelian pesawat tersebut dilakukan untuk melancarkan proyek pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW yang material dan mendapat pendanaan murah dari China.

Belum selesai proyek listrik 10 ribu MW tahap I, pemerintah sudah berancang-ancang untuk melakukan proyek 10 ribu MW tahap II. Namun, berbeda dengan proyek 10 ribu MW tahap I, proyek 10 ribu tahap II ini difokuskan pada pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal).